Titik di mana catatan gabungan mulai menyusahkan
Waktu kos cuma satu, satu daftar kamar sudah cukup. Begitu buka lokasi kedua, daftar itu jadi campur: penghuni kos Pogung dan kos Karangmalang ada di halaman yang sama, dan kamu harus membaca alamat tiap baris untuk tahu ini kamar yang mana.
Yang lebih menyusahkan: saat mau tahu lokasi mana yang lagi seret. Kalau semua pemasukan masuk ke satu kolom, kos yang setengah kosong tertutup oleh kos yang penuh, dan kamu telat menyadari ada yang perlu dibenahi.
Yang biasanya orang lakukan
Solusi yang sering dipakai: pisah catatan per lokasi. Satu buku untuk tiap kos, atau satu berkas per kos. Ini menyelesaikan masalah campur, tapi menambah kerjaan baru: tiap mau lihat total pemasukan sebulan dari semua kos, kamu jumlahkan sendiri satu per satu.
Yang sebenarnya kamu butuhkan
Dua tampilan, bukan salah satu:
- Per lokasi: siapa yang telat di kos Pogung, berapa kamar kosong di kos Karangmalang
- Gabungan: total kas masuk bulan ini dari semua kos, total tunggakan yang belum kebayar
Multi properti di KostKu
Di aplikasi manajemen kos KostKu, tiap properti punya daftar kamar dan penghuni sendiri. Laporan arus kas bisa dibaca per properti, atau digabung jadi satu angka untuk semua properti. Data kos A tidak pernah menyatu dengan kos B, tapi laporannya bisa ketemu di atas.
Tips ngurus beberapa kos sekaligus
- Beri nama properti yang langsung kebaca: nama jalan atau kampung, bukan "Kos 1" dan "Kos 2"
- Kalau bisa, samakan tanggal jatuh tempo semua kos biar penagihan sekali jalan
- Cek laporan gabungan tiap akhir bulan, bukan cuma pas ada yang terasa aneh
- Pisahkan kas tiap kos kalau kepemilikannya beda, misalnya kongsi dengan orang yang berbeda
Soal menyusun penagihan bulanannya sendiri, ada di cara atur tagihan kos bulanan. Gambaran fitur yang dipakai pemilik kos ada di aplikasi manajemen kos.